Blog EntryManfaat MenulisMar 28, '05 6:21 PM
for everyone
Banyak orang belajar dengan membaca, tapi jarang yang belajar dengan menulis.

 

E

nam tahun yang lampau, veteran Vietnam John Mulligan adalah gelandangan yang saban hari lontang-lantung di North Beach, San Fransisco. Perang Vietnam telah membuat jiwanya luka dan hampa. Akan tetapi hidupnya berubah sama sekali setelah ia mengikuti workshop penulisan yang diadakan oleh penulis masyhur, Maxine Hong Kingston.

          Mulligan, kini novelis berusia 49 tahun, meninggalkan workshop dengan jiwa, perasaan, dan harapan baru. Di tahun-tahun berikutnya ia menemukan sesuatu yang mencengangkan : menorehkan horor masa lampaunya ke dalam tulisan ternyata membantunya melepaskan stress, menjernihkan pikiran, dan mengangkat spiritnya. “Menulis menghindarkan saya dari kegelapan hidup,” kata penulis novel Shopping Cart Soldiers ini.

          Banyak peneliti yang mendukung pengalaman Mulligan itu : menulis ikhwal peristiwa yang menciptakan stress adalah terapi yang digdaya bagi pikiran dan kejiwaan. “Puluhan studi telah menemukan bukti bahwa banyak orang merasa lebih sehat dan bahagia setelah menuliskan kenangan-kenangan yang traumatis,” kata Dr. James Pennebaker, guru besar psikologi University of Texas. Gagasan di balik risetnya adalah “penerjemahan pengalaman (pahit) ke dalam bahasa akan mengubah cara orang berpikir mengenai pengalaman itu”.

          Salah satu studinya yang dipublikasikan dalam Journal of Consulting and Clinical Psychology edisi April 1998, menemukan bukti bahwa sel-sel T-limfosit para mahasiswa menjadi lebih aktif enam pekan setelah mereka menulis peristiwa-peristiwa yang menekan. Suatu indikasi adanya stimulasi sistem kekebalan.

          Studi-studi lain menemukan fakta bahwa orang cenderung lebih jarang mengunjungi dokter, bekerja lebih baik dalam tugas sehari-hari, dan memperoleh skor yang lebih tinggi dalam uji psikologi, setelah mengikuti latihan menulis. Di antaranya, sebuah studi yang diterbitkan pada 14 April 1999 dalam Journal of The American Medical Association, memperlihatkan bahwa menulis secara ekspresif mampu meringankan gejala asma dan rheumatoid arthritis. []

 

         


3 Comments
adrianliem wrote on Dec 28, '05
berarti harusnya yg punya blog lebih tidak rentan terserang asma yah? :D
penulisindonesia wrote on Jan 16, '08
Kabar gembira!! Buat yang suka nulis-nulis, buat penulis muda, buat para blogger, buat temen2 yg hobi nulis tapi belum bisa buat buku, belum percaya diri, sekarang sudah ada medianya, Situs Komunitas Penulis Indonesia,

Penulis-Indonesia.com, kayak Friendster tapi khusus buat yang hobi nulis, penulis, pujangga, penulis naskah, blogger...

fasilitasnya juga cukup oke, lengkap dgn alamat pribadi untuk profil, blog, dan album...ada chatnya juga loh :)
Baru dibuka 1 Januari 2008 lalu, skrg membernya sudah 300an :) rame buanget loohh aktifitasnya!!

Semoga bermanfaat :)

Cepetan gabung ya :)
di sini alamatnya :

Penulis-Indonesia.com atau tanpa tanda -
PenulisIndonesia.com
athayasp wrote on Jul 6, '08
"banyak orang merasa lebih sehat dan bahagia setelah menuliskan kenangan-kenangan yang traumatis”

...kayanya menuliskan kenangan2 indah, lucu, konyol yang suatu saat dibaca lagi juga bikin kita senyum2 n nyengir bahagia :)
Add a Comment